Lewati ke konten utama
MPASI

Santan dan Minyak di MPASI: Bukan Musuh, Tapi Kebutuhan

27 September 20263 menit baca

Poin penting

  • 1.Lemak tidak dibatasi untuk anak di bawah 2 tahun, sesuai panduan AAP yang dikutip dr. Meta Hanindita, Sp.A(K).
  • 2.Kebutuhan lemak di MPASI adalah 30–45% dari total kalori harian bayi.
  • 3.Santan dan minyak punya takaran per usia yang konkret dan mudah diterapkan tanpa perlu menghitung kalori.
  • 4.MPASI berlemak tinggi tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, atau hipertensi saat anak dewasa.
  • 5.Sayur dan buah cukup diperkenalkan dalam jumlah kecil karena serat berlebih bisa menghambat penyerapan zat gizi yang lebih dibutuhkan bayi.

Pertanyaan yang Sering Bikin Ibu Ragu Duluan

Seorang teman menghubungiku dan bertanya apakah santan boleh masuk MPASI karena ia khawatir anaknya akan kegemukan. Jawabanku justru sebaliknya dari yang ia bayangkan, dan reaksinya yang kaget membuat aku sadar bahwa anggapan ini masih sangat umum di kalangan ibu-ibu.

Kekhawatiran itu wajar, tapi ternyata bertentangan dengan fakta yang sudah ada dalam panduan medis. Lemak, termasuk dari santan dan minyak, bukan sesuatu yang perlu dihindari di masa MPASI.

Lemak Tidak Dibatasi untuk Anak di Bawah 2 Tahun

Menurut AAP (American Academy of Pediatrics) yang dikutip oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), tidak ada pembatasan lemak maupun kolesterol untuk anak berusia dua tahun ke bawah. Ini berbeda dari anjuran untuk orang dewasa yang memang perlu membatasi asupan lemak.

Bahkan, panduan tersebut menyebutkan bahwa lemak seharusnya menyumbang 30 sampai 45 persen dari total kalori harian bayi. Angka ini bukan kecil. Artinya, minyak dan santan bukan pelengkap opsional, melainkan komponen utama dalam setiap porsi MPASI.

Mengapa Otak Bayi Sangat Membutuhkan Lemak

Dua tahun pertama kehidupan adalah periode di mana otak dan tubuh anak tumbuh paling cepat. Kebutuhan energinya pun berada di titik tertinggi sepanjang hidupnya.

Lemak adalah sumber energi terbesar sekaligus sumber asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Kalau minyak dan santan sengaja dihilangkan dari menu, yang berkurang bukan hanya kalori, tapi bahan baku untuk membangun jaringan otak si kecil.

Takaran Santan dan Minyak per Usia Bayi

Tidak perlu menghitung dengan kalkulator. Panduan takarannya cukup sederhana dan bisa langsung dipraktikkan setiap hari.

Untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan, sekitar setengah sendok teh minyak atau 20 gram santan per porsi sudah cukup. Di usia 9 sampai 11 bulan, bisa ditingkatkan menjadi 1 sendok teh minyak atau 30 sampai 40 gram santan. Memasuki usia 12 sampai 23 bulan, takarannya naik menjadi 7,5 ml minyak atau 40 sampai 50 gram santan.

Soal Kolesterol dan Penyakit Jantung, Ini Faktanya

Banyak ibu yang ragu memberikan lemak karena takut anaknya kelak berisiko terkena kolesterol tinggi atau penyakit jantung. Ketakutan ini memang terdengar masuk akal, tapi tidak didukung oleh bukti.

Dalam sumber yang sama, disebutkan bahwa MPASI berlemak tinggi tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, atau hipertensi saat anak tumbuh dewasa. Jadi yang perlu kita pegang adalah fakta, bukan kekhawatiran yang tidak terverifikasi.

Sayur dan Buah Bagus, Tapi Bukan Prioritas Utama

Ada satu hal lagi yang sering mengejutkan: sayur dan buah di masa MPASI cukup diperkenalkan dalam jumlah kecil, bukan dijadikan porsi utama. Alasannya, serat yang berlebihan justru bisa menghambat penyerapan zat gizi lain yang lebih dibutuhkan tubuh bayi.

Urutan prioritas yang perlu dipenuhi duluan adalah protein hewani, lemak, dan karbohidrat. Cara paling praktis untuk memastikan lemak selalu ada di setiap sajian: gunakan minyak saat menumis, tambahkan santan ke dalam kuah, atau masukkan sekitar setengah sendok teh minyak langsung saat makanan dihaluskan.

Artikel ini adalah edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak. Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, termasuk soal alergi, riwayat penyakit, atau pertumbuhan berat badan, sehingga anjuran takaran bisa berbeda-beda. Konsultasikan dengan DSA kamu untuk panduan yang lebih personal.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah santan aman diberikan sejak bayi mulai MPASI di usia 6 bulan?

Ya, santan sudah bisa diberikan sejak awal MPASI. Takarannya untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan adalah sekitar 20 gram per porsi. Lemak dari santan justru dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak di usia ini.

Apakah bayi yang diberi banyak lemak akan berisiko terkena penyakit jantung saat dewasa?

Berdasarkan sumber yang dikutip dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), MPASI berlemak tinggi tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, atau hipertensi saat anak tumbuh dewasa. Pembatasan lemak baru berlaku setelah anak melewati usia 2 tahun.

Kenapa sayur dan buah tidak dijadikan porsi utama di MPASI?

Karena serat yang terlalu banyak bisa menghambat penyerapan zat gizi lain yang lebih dibutuhkan bayi, seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Sayur dan buah tetap diperkenalkan, hanya dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Sumber

  • •dr. Meta Hanindita, Sp.A(K) (sebagai narasumber yang dikutip dalam utas)
  • •AAP (American Academy of Pediatrics)

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Kalau kamu ingin membaca versi aslinya beserta respons dari sesama ibu, utas lengkapnya ada di akun Threads MomsyCorner, dan percakapannya cukup ramai.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI

Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama