Porsi MPASI bertambah mengikuti usia: di 6 sampai 8 bulan bayi makan 2 kali utama plus 1 selingan, mulai 2 sampai 3 sendok makan per kali makan; di 9 sampai 11 bulan menjadi 3 kali utama plus 1 sampai 2 selingan dengan porsi setengah mangkuk (200 gram); dan di 12 sampai 23 bulan 3 kali utama plus 2 selingan dengan porsi satu mangkuk penuh (300 gram). Angka ini rangkuman pedoman Kemenkes RI; yang sama pentingnya dengan takaran adalah tekstur yang naik dan kelengkapan piring.
Tabel porsi dan frekuensi MPASI per usia
| Usia | Frekuensi makan utama | Frekuensi selingan | Porsi per kali makan |
|---|---|---|---|
| 6 sampai 8 bulan | 2 kali sehari | 1 kali sehari | Mulai 2 sampai 3 sendok makan, naik bertahap sampai 4 sampai 5 sendok makan (100 gram per kali makan) |
| 9 sampai 11 bulan | 3 kali sehari | 1 sampai 2 kali sehari | Setengah mangkuk (200 gram per kali makan) |
| 12 sampai 23 bulan | 3 kali sehari | 2 kali sehari | Satu mangkuk penuh (300 gram per kali makan) |
Tekstur naik seiring usia
Ringkasnya: lumat di 6 sampai 8 bulan, cincang halus di 9 sampai 11 bulan, dan makanan keluarga di 12 sampai 23 bulan.
| Usia | Tekstur | Contohnya |
|---|---|---|
| 6 sampai 8 bulan | Lumat (bubur halus menuju bertekstur) | Bubur beras lumat, buah dikupas dan ditumbuk |
| 9 sampai 11 bulan | Cincang halus dan kasar | Nasi tim, potongan buah lembut |
| 12 sampai 23 bulan | Makanan keluarga | Nasi dengan lauk keluarga yang digiling kasar |
Takaran penting, tapi komposisi piring lebih penting
Ringkasnya: porsi besar belum berarti gizi lengkap; empat kelompok makanan harus ada semua di piring.
Satu porsi MPASI yang lengkap berisi karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah. Komposisi kalorinya sekitar karbohidrat 35 sampai 60 persen, protein 10 sampai 15 persen, dan lemak 30 sampai 45 persen. Untuk anak di bawah 2 tahun, AAP menegaskan lemak dan kolesterol tidak dibatasi karena otak dan saraf anak tumbuh dari lemak.
Kesalahan yang paling umum justru terjadi saat porsi sudah “terlihat penuh”: nasi dan sayur banyak, tetapi protein hewani dan lemaknya hampir tidak ada. Kalau komposisi piring sudah baik dan berat badan tetap tidak naik, bawa catatan makan anak ke dokter spesialis anak.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa porsi MPASI untuk bayi 6 bulan?
Di awal MPASI, porsinya masih sangat kecil: mulai 2 sampai 3 sendok makan per kali makan, lalu naik bertahap sampai sekitar 100 gram di usia 8 bulan. Frekuensinya 2 kali makan utama dan 1 kali selingan per hari. Yang penting bukan banyaknya di awal, tapi konsistensi dan naiknya tekstur.
Kenapa porsi anakku sudah besar tapi berat badan tetap seret?
Porsi besar belum tentu sepadan secara gizi. Periksa apakah protein hewani dan lemaknya ada di piring, karena piring penuh nasi dan sayur saja tidak memenuhi kebutuhan. Kalau komposisi sudah baik dan berat tetap tidak naik, bawa catatan makan dan hasil timbangan ke dokter spesialis anak.
Apakah harus menimbang makanan anak tiap suap?
Tidak perlu. Sendok makan dan mangkuk kecil sudah cukup sebagai takaran. Yang lebih menentukan adalah kelengkapan piring: karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah ada semuanya.
Kapan frekuensi MPASI ditambah?
Mengikuti usia: 2 kali utama plus 1 selingan di usia 6 sampai 8 bulan, menjadi 3 kali utama plus 1 sampai 2 selingan di usia 9 sampai 11 bulan, lalu 3 kali utama plus 2 selingan di usia 12 sampai 23 bulan. Selingan bagian dari total gizi harian, bukan camilan sembarangan.
Sumber
- •Kemenkes RI, Pedoman Gizi Seimbang dan Buku Saku Pegawai Kesehatan: angka kecukupan dan takaran porsi MPASI per kelompok usia (6 sampai 8 bulan, 9 sampai 11 bulan, 12 sampai 23 bulan).
- •Buku Resep Makanan Lokal Bayi, Balita dan Ibu Hamil, Kemenkes RI (2023).
- •AAP (American Academy of Pediatrics): lemak dan kolesterol tidak dibatasi untuk anak di bawah 2 tahun.
Kalau mau lebih lengkap
Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI
Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM
Panduan ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Takaran tiap anak bisa berbeda; bawa catatanmu ke dokter anak, bidan, atau posyandu.