Poin penting
- 1.Untuk anak usia 6-8 bulan, sekitar 70% kebutuhannya masih datang dari ASI.
- 2.Pedoman Kemenkes RI 2023 menggeser porsi ASI dan MPASI secara bertahap, bukan menggantinya sekaligus.
- 3.Di awal MPASI, makanan lebih berperan sebagai sarana belajar tekstur, rasa, dan cara makan.
- 4.WHO menyebut ASI diteruskan sampai 2 tahun atau lebih, sementara MPASI berjalan sejak usia 6 bulan.
Kenapa ASI Jangan Buru-Buru Dihentikan Saat Anak Mulai Makan
Moms, ada satu angka yang membuatku terdiam waktu membacanya. Untuk anak usia 6-8 bulan, sekitar 70% kebutuhannya masih datang dari ASI. Artinya, ASI masih memegang peran yang besar di usia ini.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang buru-buru menghentikan ASI. Ada juga yang langsung beralih ke MPASI penuh begitu anak mulai mau makan. Aku paham dorongannya, karena anak yang lahap makan memang terasa seperti tanda kemajuan.
Hanya saja, pedoman resminya bercerita lain.
Proporsi ASI dan MPASI Menurut Pedoman Kemenkes RI 2023
Menurut pedoman Kemenkes RI 2023, porsi ASI dan MPASI bergeser sedikit demi sedikit. Keduanya tidak saling menggantikan dalam semalam. Memahami hal ini membuatku berhenti cemas setiap kali memikirkan kapan susu harus diberikan.
Ini proporsinya, Moms. Pada usia 6-8 bulan, ASI sekitar 70% dan MPASI sekitar 30%. Pada usia 9-11 bulan, keduanya seimbang di sekitar 50% berbanding 50%. Pada usia 12-23 bulan, ASI sekitar 30% dan MPASI sekitar 70%.
Dengan kata lain, makin besar anak, makin besar pula porsi MPASI. Meski begitu, ASI tidak tiba-tiba hilang dari gambar.
Di Awal MPASI, Makanan Lebih Berperan sebagai Bahan Belajar
Dari proporsi tadi, aku belajar bahwa makanan di awal MPASI bukan sumber kalori utama anak. Tugasnya lebih ke mengenalkan tekstur, rasa, dan cara makan. Kebutuhan gizinya sendiri masih banyak ditopang oleh ASI.
Sudut pandang ini mengubah caraku melihat piring makan anak. Piring itu semacam ruang belajar untuk mengenal dunia makanan. Sementara itu, ASI tetap menjadi penopang utama gizinya.
ASI Terus Berlanjut sampai 2 Tahun atau Lebih
Di setiap tahap, pedoman tersebut menuliskan pesan yang sama, yaitu lanjutkan pemberian ASI. WHO pun menyebut bahwa ASI diteruskan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Pada saat yang sama, MPASI tetap berjalan sejak usia 6 bulan.
Jadi pesannya bukan memilih salah satu. ASI dan MPASI berjalan beriringan, dengan porsi yang berubah seiring bertambahnya usia anak.
Kalau ASI Tidak Bisa Sampai 2 Tahun, Apakah Ibu Salah?
Jawabanku, tidak. Angka-angka tadi adalah patokan umum, bukan rapor untuk menilai seorang ibu. Kondisi setiap ibu dan anak berbeda-beda.
Orang yang paling memahami keadaan itu adalah kamu sendiri bersama dokter spesialis anak (DSA). Jadi pakai patokan ini sebagai gambaran, bukan sebagai vonis.
Yang Membuat Gizi Anak Cukup Bukan Hafalan Jam
Yang aku pelajari, khawatir soal kapan ASI diberikan dan berapa banyak anak makan itu wajar sekali. Namun jawabannya bukan menghafal jam. Gizi anak tercukupi lewat porsi, frekuensi, dan tekstur yang naik bertahap sesuai usianya.
Aku sendiri ibu baru dengan latar belakang psikologi, dan dulu hampir tenggelam karena kebanyakan informasi MPASI. Karena itu aku merangkum panduan MPASI bertahap sesuai usia dari sumber resmi, supaya kamu tidak bingung harus mulai dari mana.
Tulisan ini edukasi, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Proporsi di atas hanya salah satu faktor, dan setiap anak bisa berbeda. Untuk kondisi anakmu, selalu konsultasikan ke DSA.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah ASI boleh langsung diganti MPASI penuh begitu anak mulai makan?
Menurut pedoman Kemenkes RI 2023, porsi ASI dan MPASI bergeser bertahap, bukan langsung diganti. Untuk usia 6-8 bulan, ASI masih sekitar 70% dan MPASI sekitar 30%.
Berapa proporsi ASI dan MPASI di tiap usia?
Usia 6-8 bulan sekitar 70% ASI dan 30% MPASI. Usia 9-11 bulan sekitar 50% berbanding 50%, lalu usia 12-23 bulan sekitar 30% ASI dan 70% MPASI.
Kalau tidak bisa memberi ASI sampai 2 tahun, apakah itu salah?
Tidak. Angka tadi adalah patokan umum, bukan rapor, dan kondisi tiap ibu dan anak berbeda. Yang paling memahami adalah ibu dan dokter spesialis anak.
Sumber
- •Pedoman Kemenkes RI 2023 tentang proporsi ASI dan MPASI
- •WHO (anjuran melanjutkan ASI sampai 2 tahun atau lebih sambil MPASI berjalan sejak 6 bulan)
Versi asli tulisan ini ada di Threads
Kalau kamu mau membaca versi singkat dan asli dari cerita ini, mampir ke utasku di Threads ya, Moms. Di sana ada rangkuman proporsi ASI dan MPASI beserta ajakan untuk meminta panduan lengkapnya.
Cek utas aslinya di ThreadsDi Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.
Panduan terkait
Tabel porsi dan frekuensi MPASI per usia (6-24 bulan)Kalau mau lebih lengkap
Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI
Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM
Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.