Poin penting
- 1.Bayi 6 sampai 8 bulan memulai MPASI dari 2 sampai 3 sendok makan, lalu naik bertahap sampai sekitar 125 mililiter per kali makan.
- 2.Tambahan energi datang dari naiknya porsi, frekuensi, dan variasi secara bertahap, bukan dari memaksa anak makan.
- 3.Porsi adalah panduan, bukan target. Cek dulu porsi resmi sesuai usia sebelum merasa anak makan terlalu sedikit.
Kenapa porsi awal MPASI terasa terlalu kecil
Moms, kalau kamu baru mulai MPASI dan melihat porsi yang dianjurkan, mungkin kamu langsung kaget. Menurut Kemenkes RI (2023), bayi usia 6 sampai 8 bulan memulai dari 2 sampai 3 sendok makan saja. Banyak orang tua sulit percaya angka sekecil itu.
Aku paham rasanya, karena dulu aku sendiri ikut cemas ketika anakku makan sedikit. Ternyata, porsi awalnya memang sekecil itu.
Dari 2 sendok sampai setengah cangkir per kali makan
Untuk bayi 6 sampai 8 bulan, porsi tidak langsung besar. Jumlahnya naik pelan-pelan dari 2 sampai 3 sendok makan hingga sekitar 125 mililiter, atau setengah cangkir, setiap kali makan.
Memasuki usia 12 sampai 23 bulan, porsinya bisa sampai 175 sampai 250 mililiter. Semua angka ini mengacu pada Kemenkes RI (2023), dan kata kuncinya tetap bertahap.
Seberapa sering bayi makan di tiap usia
Selain porsi, jumlah waktu makan juga bertambah seiring usia. Pada usia 6 sampai 8 bulan, bayi makan utama 2 sampai 3 kali, ditambah 1 sampai 2 kali selingan. Di usia 9 sampai 11 bulan, frekuensinya menjadi 3 sampai 4 kali.
Lalu pada usia 12 sampai 23 bulan, frekuensinya tetap 3 sampai 4 kali, tetapi porsinya makin besar. Jadi perubahan itu bukan hanya soal isi mangkuk, melainkan juga seberapa sering anak duduk makan.
Tambahan energi harian dan dari mana datangnya
Kebutuhan tambahan energi dari MPASI ikut naik. Bayi 6 sampai 8 bulan butuh tambahan sekitar 200 kilokalori per hari, usia 9 sampai 11 bulan sekitar 300 kilokalori, dan usia 12 sampai 23 bulan sekitar 550 kilokalori.
Nah, ini bagian yang sering terlewat. Tambahan energi itu tidak datang dari memaksa anak makan lebih banyak. Ia datang dari porsi, frekuensi, dan variasi yang naik secara bertahap (Kemenkes RI, 2023).
Tiga pegangan yang aku pakai sekarang
Setelah melewati masa cemas itu, ada tiga hal yang selalu kuingat. Pertama, mulai dari porsi kecil dan jangan langsung banyak. Kedua, naikkan sedikit demi sedikit, jangan melompat. Ketiga, tambah frekuensi sesuai usia, bukan menambah porsi secara ekstrem.
Satu lagi yang bikin aku lega: porsi itu panduan, bukan target. Kalau hari ini anakmu hanya makan 2 sendok, itu bukan berarti ada yang salah. Besok bisa jadi ia makan lebih banyak.
Saat anak makan sedikit, cek dulu porsi resminya
Kalau kamu cemas karena anak makannya sedikit, coba lihat dulu porsi resmi untuk usianya. Sering kali yang keliru bukan si kecil, melainkan harapan orang tua yang terlalu besar.
Tulisan ini hanya edukasi dan berbagi pengalaman, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau kamu masih ragu dengan kondisi anakmu, konsultasikan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah wajar kalau porsi MPASI awal anak hanya 2 sampai 3 sendok makan?
Wajar. Menurut Kemenkes RI (2023), bayi 6 sampai 8 bulan memang memulai dari 2 sampai 3 sendok makan. Porsinya lalu naik bertahap sampai sekitar 125 mililiter per kali makan.
Berapa kali bayi makan dalam sehari sesuai usianya?
Usia 6 sampai 8 bulan makan utama 2 sampai 3 kali plus 1 sampai 2 selingan. Usia 9 sampai 11 bulan 3 sampai 4 kali, dan usia 12 sampai 23 bulan juga 3 sampai 4 kali dengan porsi sampai 175 sampai 250 mililiter.
Haruskah anak dipaksa makan lebih banyak supaya energinya cukup?
Tidak. Tambahan energi datang dari naiknya porsi, frekuensi, dan variasi secara bertahap, bukan dari memaksa anak. Porsi adalah panduan, bukan target.
Sumber
- •Kemenkes RI, 2023 (disebut di utas asli untuk porsi, frekuensi, dan tambahan energi MPASI)
Versi asli tulisan ini ada di Threads
Mau baca versi singkat dan lebih santai? Buka utas aslinya di Threads lewat dan ceritakan pengalaman MPASI-mu di sana.
Cek utas aslinya di ThreadsDi Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.
Panduan terkait
Tabel porsi dan frekuensi MPASI per usia (6-24 bulan)Kalau mau lebih lengkap
Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI
Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM
Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.