Lewati ke konten utama
MPASI

MPASI Pertama Itu Menu Lengkap, Ini Porsi untuk Usia 6-8 Bulan

6 Oktober 20262 menit baca

Poin penting

  • 1.MPASI pertama sebaiknya sudah lengkap, bukan menu tunggal.
  • 2.Pada usia 6 sampai 8 bulan, ASI masih sekitar 70 persen dan MPASI sekitar 30 persen.
  • 3.Porsi awal 2 sampai 3 sendok makan, naik pelan-pelan sampai sekitar 125 mililiter.
  • 4.Makan 2 sampai 3 kali sehari plus 1 sampai 2 kali selingan, dengan kebersihan yang dijaga.

Rasa takut salah yang membuatku deg-degan sebelum MPASI

Moms, akhirnya aku paham kenapa dadaku berdebar waktu hendak memulai MPASI. Ternyata sumbernya bukan si kecil. Yang membuatku gelisah adalah ketakutan salah langkah.

Saat itu aku bingung sekali karena saran datang dari segala arah. Ada yang menyuruh mulai dari menu tunggal, ada yang bilang langsung saja menu lengkap. Foto-foto MPASI di media sosial pun justru menambah keraguanku, sampai aku takut salah memilih.

Menu lengkap sejak suapan pertama, bukan menu tunggal

Jawaban yang akhirnya kutemukan: MPASI pertama sebaiknya sudah lengkap, tidak hanya satu bahan. Menurut pedoman, pada usia 6 sampai 8 bulan ASI masih mengisi sekitar 70 persen, sedangkan MPASI sekitar 30 persen.

Artinya, makan pertama anakmu memang belum perlu banyak. Tetapi isi mangkuknya sudah perlu komplet sejak awal. Memahami hal ini membuat beban di kepalaku terasa jauh lebih ringan.

Mulai dari yang sederhana lalu kenali ukuran porsinya

Langkah pertama yang kupegang adalah berhenti ragu. Setiap orang punya versi sendiri soal MPASI, dan itu wajar saja. Kamu cukup memulai dari hal yang paling sederhana.

Langkah kedua adalah mengenali porsi. Awali dengan 2 sampai 3 sendok makan setiap kali makan. Setelah itu naikkan pelan-pelan sampai setengah mangkuk, atau sekitar 125 mililiter.

Contoh satu porsi lengkap untuk usia 6 sampai 8 bulan

Langkah ketiga, ambil satu contoh sederhana dari pedoman. Untuk usia 6 sampai 8 bulan, susunannya nasi 3 sendok makan (30 gram), wortel 10 gram, dan satu protein hewani sebagai bahan utamanya.

Pedoman menyebut beberapa pilihan protein hewani: ikan 40 gram, daging sapi 30 gram, telur 50 gram, hati ayam 35 gram, atau ayam 40 gram. Kamu juga bisa menambahkan lemak berupa santan 30 mililiter, serta air 200 mililiter.

Lihat betapa kecilnya satu porsi ini, bukan? Meski kecil, isinya sudah mencakup karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

Jadwal makan dan kebersihan yang perlu dijaga

Langkah keempat menyangkut frekuensi. Anak makan utama 2 sampai 3 kali sehari, ditambah 1 sampai 2 kali selingan. Dengan pola ini, kamu punya gambaran jelas tentang ritme harian si kecil.

Soal kebersihan, cuci tangan dulu dengan sabun dan air mengalir. Pisahkan bahan makanan mentah dari yang sudah matang. Setelah itu, simpan makanan dalam wadah tertutup.

Catatan penutup sebelum kamu mulai

Tulisan ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter spesialis anak (DSA). Kebutuhan tiap anak bisa berbeda. Jadi, bila ada hal yang membuatmu ragu soal anakmu, tanyakan langsung kepada dokter.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah MPASI pertama harus menu tunggal dulu?

Menurut pedoman yang kubaca, MPASI pertama itu lengkap, bukan menu tunggal. Porsinya boleh sedikit, tetapi isinya sudah mencakup karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

Berapa banyak porsi makan anak di awal MPASI?

Mulailah dari 2 sampai 3 sendok makan tiap kali makan. Naikkan pelan-pelan sampai setengah mangkuk atau sekitar 125 mililiter.

Seberapa sering bayi usia 6 sampai 8 bulan makan dalam sehari?

Makan utama 2 sampai 3 kali sehari, ditambah 1 sampai 2 kali selingan. Di usia ini ASI masih sekitar 70 persen dan MPASI sekitar 30 persen.

Sumber

  • •Rangkuman pengalaman dan penjelasan umum, tanpa rujukan spesifik di utas aslinya.

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Mau membaca cerita aslinya langkah demi langkah? Mampir ke utas Threads MomsyCorner dan simpan sebagai pengingat saat menyiapkan MPASI pertama.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI

Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama