Lewati ke konten utama
MPASI

MPASI Instan atau Homemade? Ini yang Dinilai Pedoman Kemenkes

31 Oktober 20263 menit baca

Poin penting

  • 1.Buku resep resmi Kemenkes RI 2023 tidak mewajibkan semua MPASI dibuat sendiri di rumah.
  • 2.Empat prinsip resmi: tepat waktu, adekuat, aman, dan responsif.
  • 3.Protein hewani diutamakan, dengan satuan penukar yang jelas untuk tiap usia.
  • 4.Yang dinilai adalah isi piring: protein hewani, variasi, dan kebersihan, bukan label kemasan.

Takut dihakimi soal bubur instan? Aku pernah di posisi itu

Terus terang, hal yang paling aku takutkan soal MPASI adalah dihakimi. Bubur instan, produk fortifikasi, atau makanan campuran sering dianggap kalah dibanding masakan rumah. Padahal di meja makan, bagi banyak ibu yang terpenting adalah anaknya mau membuka mulut.

Lalu aku membaca pedoman resminya dengan teliti. Ternyata ada satu hal yang jarang dibahas dalam perdebatan ini. Hal itu mengubah cara aku memandang isi piring MPASI.

Kalau kamu pernah merasakan hal yang sama, Moms, tulisan ini untukmu. Aku akan mengajak kamu melihat apa yang sebenarnya tertulis di pedoman, bukan apa yang ramai dibicarakan orang.

Isi piring MPASI menurut buku resep Kemenkes RI 2023

Buku resep resmi Kemenkes RI 2023 menggambarkan komposisi piring MPASI dengan cukup jelas. Lauk protein hewani diutamakan. Sayur dan buah menyusul sebagai tambahan, sementara lemak berasal dari minyak atau santan.

Sekarang coba cari kalimat yang mewajibkan semua makanan dibuat sendiri di rumah. Kamu tidak akan menemukannya, sebab aturan seperti itu memang tidak tertulis di mana pun.

Artinya, bagian yang ditekankan pedoman adalah isi piring: protein hewani, sayur, buah, dan lemak. Asal-usul produknya tidak dijadikan syarat.

Empat prinsip resmi: tepat waktu, adekuat, aman, responsif

Prinsip resmi yang dinilai ada empat, yaitu tepat waktu, adekuat, aman, dan responsif. Tepat waktu berarti MPASI dimulai pada usia 6 bulan. Adekuat berarti kebutuhan gizinya tercukupi.

Aman artinya makanan disiapkan secara higienis. Responsif artinya kamu mengikuti sinyal lapar dan kenyang yang ditunjukkan anak. Perhatikan bahwa keempatnya membahas waktu, gizi, kebersihan, dan cara menyuapi, bukan soal siapa yang memasak.

Kalau dirangkum, keempat prinsip itu mengajak kamu memperhatikan kapan mulai, seberapa cukup, seberapa bersih, dan bagaimana anak merespons. Semuanya bisa dijalankan oleh siapa pun yang merawat anak, apa pun pilihan makanannya.

Protein hewani dan satuan penukarnya untuk usia 6-8 bulan

Secara praktis, menurutku yang paling menentukan adalah protein hewaninya. Kemenkes menyebut lauk hewani diutamakan, misalnya ayam, ikan, telur, hati, dan daging. Pilihannya cukup beragam untuk kamu pertimbangkan.

Satuan penukarnya juga jelas. Sebagai contoh untuk usia 6-8 bulan, ada ikan 40 gr, daging sapi 30 gr, telur 50 gr (satu butir sedang), atau hati ayam 35 gr. Angka ini hanya contoh dari pedoman, bukan instruksi untuk anakmu.

Karena itu, saat menilai makanan anak, aku lebih dulu melihat apakah lauk hewani ada di piringnya. Soal berapa banyaknya untuk anakmu, tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan.

Instan atau homemade tidak mengukur rasa sayang

Memilih instan atau homemade tidak menentukan seberapa besar rasa sayangmu. Yang menentukan adalah isi piringnya. Ada protein hewaninya atau tidak, variasinya cukup atau tidak, dan kebersihannya terjaga atau tidak.

Label di kemasan tidak pernah menjadi prinsip resmi. Jadi pertanyaan yang lebih berguna untuk diajukan ke diri sendiri adalah soal isi makanan, bukan soal dari dapur mana makanan itu datang. Dengan begitu, rasa bersalah tidak perlu ikut duduk di meja makan.

Jawaban santai kalau ada yang menanyakan kenapa tidak masak semua

Kalau suatu hari ada yang bertanya kenapa kamu tidak memasak sendiri semuanya, kamu boleh menjawab dengan santai. Yang dinilai secara resmi adalah isinya, bukan siapa yang memasaknya.

Moms, usahamu sudah cukup. Pilihan MPASI yang kamu ambil tidak perlu dipertahankan dengan rasa takut.

Tulisan ini bersifat edukasi dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada pertanyaan tentang kondisi atau kebutuhan anakmu, konsultasikan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah MPASI harus selalu dibuat sendiri di rumah?

Tidak. Di buku resep resmi Kemenkes RI 2023, kewajiban membuat semuanya sendiri tidak tertulis di mana pun. Yang dinilai adalah isi piringnya, bukan siapa yang memasaknya.

Apa saja prinsip MPASI yang dinilai secara resmi?

Ada empat: tepat waktu, adekuat, aman, dan responsif. Tepat waktu berarti mulai pada usia 6 bulan, adekuat berarti gizinya cukup, aman berarti higienis, dan responsif berarti mengikuti sinyal lapar dan kenyang anak.

Lauk hewani apa saja yang disebut Kemenkes?

Kemenkes menyebut ayam, ikan, telur, hati, dan daging sebagai lauk hewani yang diutamakan. Sebagai contoh untuk usia 6-8 bulan, ada ikan 40 gr, daging sapi 30 gr, telur 50 gr, dan hati ayam 35 gr.

Sumber

  • •Buku resep resmi Kemenkes RI 2023 (komposisi piring MPASI, lauk hewani, dan satuan penukar)
  • •Prinsip resmi MPASI dari Kemenkes RI: tepat waktu, adekuat, aman, responsif
  • •Utas asli: https://www.threads.com/@momsycorner/post/DfJCSmxCVtU

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Kalau kamu ingin membaca versi singkatnya dalam bentuk utas, aku tulis lengkap di Threads. Sekalian ceritakan pengalamanmu soal MPASI di kolom komentar ya, Moms.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI

Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama