Lewati ke konten utama
MPASI

MPASI 4 Bulan Bukan MPASI Dini, tapi Anjuran Indonesia 6 Bulan

26 Oktober 20262 menit baca

Poin penting

  • 1.MPASI dini menurut dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), adalah MPASI sebelum usia 4 bulan, jadi tepat 4 bulan belum termasuk.
  • 2.Anjuran WHO dan Kemenkes di Indonesia tetap ASI eksklusif sampai 6 bulan.
  • 3.Perbedaan dengan Eropa ada pada air bersih, higiene, dan kondisi sosial ekonomi, bukan pada bayinya.
  • 4.Keputusan memulai MPASI sebelum 6 bulan sebaiknya diambil bersama dokter, bukan karena biaya semata.

Apa Sebenarnya yang Disebut MPASI Dini

Aku sempat membaca perdebatan tentang seorang ibu yang memulai MPASI di usia 3 atau 4 bulan karena susu formula terasa mahal. Aku tidak ingin menyalahkannya, sebab hitungan di dompetnya memang masuk akal. Banyak dari kita yang pernah berada di posisi serupa, Moms.

Hanya saja, ada istilah yang sering tertukar dalam obrolan seperti ini. Menurut dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), MPASI dini adalah MPASI yang diberikan sebelum bayi berusia 4 bulan. Artinya, pemberian tepat di usia 4 bulan tidak termasuk MPASI dini.

Anjuran WHO dan Kemenkes Tetap Enam Bulan

Meski definisinya begitu, anjuran di Indonesia tidak ikut berubah. WHO dan Kemenkes sama-sama menyarankan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, lalu MPASI baru dimulai setelahnya.

Jadi, tahu bahwa 4 bulan bukan MPASI dini tidak otomatis membuat jadwal itu menjadi anjuran. Dua hal ini perlu kamu pisahkan supaya tidak salah paham.

Mengapa Sebagian Negara Eropa Mulai Sekitar 17 Minggu

Mungkin kamu bertanya, kenapa di Eropa berbeda? Sebagian negara di sana menganjurkan MPASI mulai sekitar 17 minggu.

Perbedaannya bukan terletak pada bayinya. Yang berbeda adalah kondisi air bersih, higiene, dan keadaan sosial ekonomi di sekitar rumah. Karena itu, anjuran satu wilayah tidak bisa langsung dipindahkan ke wilayah lain.

Dua Risiko Bila Anjuran 4 Bulan Dipakai Luas di Indonesia

Kalau anjuran 4 bulan diterapkan secara luas di sini, ada dua risiko yang disebut dalam utas yang aku tulis ulang ini. Pertama, infeksi, karena air bersih dan higiene belum merata di semua tempat.

Kedua, malnutrisi, sebab MPASI yang diberikan belum tentu cukup bergizi. Jadi kekhawatirannya bukan soal usia semata, melainkan apa yang benar-benar masuk ke mulut anak.

Pengecualian Sebelum 6 Bulan dan Tanda Siap Makan

Pengecualian memang ada. Dokter boleh menyarankan MPASI sebelum 6 bulan, dengan syarat usia anak sudah lewat 4 bulan, ada indikasi medis, dan tanda siap makan sudah dievaluasi.

Tanda siap makan bukan soal umur. Perhatikan apakah kontrol kepala anak sudah stabil, refleks menjulurkan lidahnya berkurang, dan ia tertarik pada makanan. Penilaian akhirnya tetap ada di tangan dokter.

Saat Biaya Terasa Berat, Apa yang Perlu Dijaga

Untuk saat ini, jangan majukan jadwal hanya karena biaya, dan jangan mundurkan karena terlalu cemas. Kalau kamu khawatir soal berat badan anak, bawa ke dokter spesialis anak dan tanyakan langsung. Jangan memutuskan dari utas media sosial.

Moms yang sedang terdesak biaya, memikirkan uang bukanlah kesalahan moral. Satu hal saja yang perlu dijaga: keputusan tentang usia mulai makan diambil bersama dokter, bukan sendirian di tengah malam.

Tulisan ini hanya edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Untuk kondisi anakmu, konsultasikan langsung dengan dokter.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah MPASI di usia 4 bulan termasuk MPASI dini?

Menurut dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), MPASI dini adalah yang diberikan sebelum usia 4 bulan. Jadi pemberian tepat di usia 4 bulan tidak masuk definisi itu. Meski begitu, anjuran di Indonesia tetap 6 bulan.

Kapan anjuran resmi memulai MPASI di Indonesia?

WHO dan Kemenkes sama-sama menganjurkan ASI eksklusif sampai 6 bulan. MPASI baru dimulai setelah itu. Sebagian negara Eropa memang menganjurkan sekitar 17 minggu, tetapi kondisi air bersih, higiene, dan sosial ekonominya berbeda.

Bolehkah MPASI dimulai sebelum 6 bulan?

Boleh, tetapi sebagai pengecualian. Dokter bisa menyarankannya setelah usia 4 bulan bila ada indikasi medis dan tanda siap makan sudah dievaluasi. Tanda siapnya adalah kontrol kepala stabil, refleks menjulurkan lidah berkurang, dan anak tertarik pada makanan.

Sumber

  • •dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)
  • •WHO
  • •Kemenkes

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Kalau kamu ingin membaca versi singkat dan asli dari pembahasan ini, kunjungi utasnya di Threads lewat tautan di bawah. Di sana kamu bisa ikut berdiskusi dengan sesama Moms dan MomsyCorner.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI

Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama