Lewati ke konten utama
MPASI

Isi Piring MPASI Bayi: Porsi Lemak yang Mengejutkan Aku

19 Oktober 20262 menit baca

Poin penting

  • 1.Satu porsi MPASI harus lengkap: karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah.
  • 2.Komposisi kalori: karbohidrat 35 sampai 60 persen, protein 10 sampai 15 persen, lemak 30 sampai 45 persen.
  • 3.Untuk anak di bawah 2 tahun, AAP menegaskan lemak dan kolesterol tidak dibatasi.
  • 4.Tekstur perlu naik sesuai usia supaya protein hewani benar-benar termakan.

Satu porsi MPASI harus lengkap berisi karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah. Komposisi kalorinya: karbohidrat 35 sampai 60 persen, protein 10 sampai 15 persen, dan lemak 30 sampai 45 persen. Untuk anak di bawah 2 tahun, AAP menegaskan lemak dan kolesterol tidak dibatasi karena otak dan saraf anak tumbuh dari lemak.

Piring bayi ternyata tidak sama dengan piring dewasa

Isi piring MPASI punya patokan persentase sendiri, dan porsi lemaknya jauh lebih besar daripada piring orang dewasa.

Selama ini aku mengira isi piring MPASI itu mirip piring orang dewasa, hanya ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih lembut. Ternyata komposisinya berbeda. Ada patokan persentase yang dipakai, dan angka lemaknya membuatku kaget.

Moms, mungkin kamu juga pernah membayangkan hal yang sama saat menyiapkan makan untuk si kecil. Sebelum membahas angka, aku mau mulai dari prinsip dasarnya dulu supaya lebih mudah dicerna.

Empat kelompok yang harus hadir dalam satu porsi

Karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah harus ada dalam satu piring; dua yang terakhir paling sering terlewat.

Kemenkes RI 2023 dan dr. Meta Hanindita menuliskan prinsip yang sama: satu porsi MPASI harus lengkap. Isinya karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur atau buah. Keempatnya perlu ada dalam satu piring, bukan dibagi ke waktu yang berbeda.

Dari keempat kelompok itu, yang paling sering terlewat justru dua yang terakhir, yaitu lemak dan sayur atau buah. Jadi kalau piring bayimu terasa sudah penuh, coba periksa lagi apakah keempatnya benar-benar sudah ada.

Lemak 30 sampai 45 persen kalori, kenapa sebesar itu?

Lemek 30 sampai 45 persen kalori karena otak dan saraf anak tumbuh dari lemak; AAP tidak membatasinya untuk usia di bawah 2 tahun.

Soal angka, dr. Meta Hanindita, Sp.A(K) menyebut komposisinya dalam persen kalori. Karbohidrat 35 sampai 60 persen, protein 10 sampai 15 persen, dan lemak 30 sampai 45 persen. Perhatikan bahwa angka lemak itu besar sekali.

Aku sempat kaget karena porsi lemak hampir setengah dari total kalori. Alasannya, otak dan saraf anak tumbuh dari lemak. Itu sebabnya lemak punya tempat yang penting di piring bayi.

AAP juga menegaskan bahwa untuk anak di bawah 2 tahun, lemak dan kolesterol tidak dibatasi. Jadi lemak bukan sesuatu yang perlu dihindari saat menyusun menu si kecil.

Komposisi kalori satu piring MPASI
Zat giziPorsi kaloriContoh bahan
Karbohidrat35 sampai 60 persenNasi, kentang, singkong
Protein hewani10 sampai 15 persenTelur, ayam, ikan, hati
Lemak30 sampai 45 persenSantan, minyak, kuning telur
Sayur atau buahPelengkap piringSayur bayi, pisang, pepaya

Contoh isi piring dan kesalahan yang paling umum

Kesalahan paling umum: piring penuh nasi dan sayur tapi protein hewani dan lemaknya hampir tidak ada.

Yang perlu diperhatikan bukan cuma banyaknya makanan, tetapi isinya. Contohnya nasi 3 sendok makan, satu butir telur atau protein hewani sejenis, sedikit sayur untuk perkenalan, ditambah lemak tambahan seperti santan atau minyak. Dengan susunan begini, piringnya terlihat sederhana tetapi isinya lengkap.

Kesalahan yang paling umum adalah piring penuh nasi dan sayur banyak, sementara protein hewani dan lemaknya hampir tidak ada. Piringnya tampak banyak, tetapi gizinya tidak sepadat kelihatannya. Aku sendiri baru sadar soal ini setelah memahami komposisi di atas.

Tekstur naik sesuai usia dan kamu tidak perlu menimbang

Tekstur naik bertahap: lumat (6 sampai 8 bulan), cincang halus (9 sampai 11 bulan), makanan keluarga (12 sampai 23 bulan).

Isi piring juga harus mengikuti kemampuan makan anak, karena tekstur naik seiring usia. Pada usia 6 sampai 8 bulan teksturnya lumat, 9 sampai 11 bulan cincang halus, dan 12 sampai 23 bulan sudah makanan keluarga. Protein hewani yang tidak bisa dimakan anak sama saja dengan tidak masuk.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu menimbang setiap suap. Prinsipnya cukup karbohidrat, protein hewani, lemak, dan sayur, semuanya ada di piring.

Tulisan ini edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter spesialis anak. Takaran tiap anak bisa berbeda, jadi kalau ragu, bicarakan langsung dengan dokter.

Tekstur MPASI per usia
UsiaTekstur
6 sampai 8 bulanLumat
9 sampai 11 bulanCincang halus
12 sampai 23 bulanMakanan keluarga

Pertanyaan yang sering muncul

Apa saja yang harus ada dalam satu porsi MPASI?

Satu porsi MPASI harus lengkap, yaitu karbohidrat, protein hewani, lemak, dan sayur atau buah. Menurut utas yang aku rangkum, yang paling sering terlewat adalah lemak serta sayur atau buah.

Apakah lemak untuk bayi perlu dibatasi?

Menurut AAP, untuk anak di bawah 2 tahun lemak dan kolesterol tidak dibatasi. Porsi lemak memang besar karena otak dan saraf anak tumbuh dari lemak.

Apakah aku harus menimbang makanan anak setiap suap?

Tidak perlu. Prinsipnya cukup memastikan karbohidrat, protein hewani, lemak, dan sayur ada semua di piring. Takaran tiap anak bisa berbeda, jadi tanyakan ke dokter kalau ragu.

Sumber

  • •Kemenkes RI 2023
  • •dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)
  • •AAP (American Academy of Pediatrics)

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Versi singkat dan lebih santai dari tulisan ini ada di Threads, lengkap dengan ajakan untuk menyimpannya. Mampir ke utas aslinya kalau kamu mau membaca ringkasannya dan ikut berdiskusi di kolom komentar.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI

Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama