Poin penting
- 1.Buku Kemenkes RI 2023 menyebut MP-ASI perlu mempertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan, tanpa menyebut nama metode.
- 2.Menu apa pun perlu protein hewani, karbohidrat dan lemak, tekstur yang naik bertahap, dan variasi bahan.
- 3.Yang menentukan adalah isi piring yang lengkap dan suasana makan, bukan label metodenya.
- 4.Pilih satu metode yang paling mungkin kamu jalankan setiap hari, lalu konsisten.
Cerita temanku yang tiga kali pindah metode dalam dua bulan
Kemarin temanku bercerita panjang lebar kepadaku. Dalam dua bulan saja, dia sudah tiga kali berganti metode MPASI. Meski begitu, dia masih merasa belum menemukan yang paling benar.
Awalnya dia mengikuti menu gaya Jepang karena videonya tampak rapi dan mudah ditiru. Lalu dia pindah ke menu Kemenkes karena menganggapnya paling resmi. Terakhir, dia kembali ke menu rumahan sebab anaknya jadi lebih lahap makan.
Masalahnya, setiap pindah metode dia harus belajar dari nol lagi. Capeknya terasa tidak ada habisnya, padahal tujuannya hanya ingin anak makan dengan baik. Menurutku, yang dia cari sebenarnya sudah ada di depan mata.
Satu kalimat di buku Kemenkes yang membuatku berhenti ganti metode
Aku pernah berada di titik yang sama seperti temanku. Yang akhirnya membuatku berhenti berpindah-pindah adalah satu kalimat dalam Buku Resep Makanan Lokal dari Kemenkes RI 2023.
Isinya, MP-ASI perlu mempertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan. Coba perhatikan, di kalimat itu tidak ada satu pun nama metode. Yang disebut hanyalah lima hal tentang makanan dan cara memberikannya sesuai usia anak.
Buatku, kalimat ini melegakan. Aku tidak perlu mencari metode yang paling benar, cukup memastikan kelima hal itu terpenuhi. Pegangan seperti ini lebih mudah dijalani daripada belajar dari nol berulang kali.
Empat hal wajib yang harus ada di menu metode apa pun
Dari kalimat tadi, aku menyimpulkan ada empat hal yang wajib hadir di menu apa pun, apa pun namanya. Pertama, protein hewani, karena zat besi paling mudah diserap dari sumber heme seperti daging, unggas, dan ikan. Kedua, karbohidrat dan lemak, sebab lemak menyumbang sekitar 30 sampai 45 persen kalori MPASI.
Ketiga, tekstur yang naik bertahap sesuai usia anak. Keempat, variasi bahan. Artinya, menunya jangan itu-itu saja setiap hari.
Keempat hal ini bisa kamu cek satu per satu setiap kali menyusun menu. Prosesnya lebih sederhana daripada mengikuti aturan metode tertentu.
Patokan porsi dan tekstur MPASI usia 6 sampai 23 bulan
Supaya tidak menebak-nebak lagi, ini patokan porsi dari Kemenkes RI 2023 yang aku pegang. Untuk usia 6 sampai 8 bulan, anak makan utama 2 sampai 3 kali ditambah 1 sampai 2 kali selingan. Mulainya 2 sampai 3 sendok makan, lalu naik bertahap sampai setengah mangkuk atau 125 ml.
Masuk usia 9 sampai 11 bulan, frekuensinya menjadi 3 sampai 4 kali dengan tekstur cincang. Lalu pada usia 12 sampai 23 bulan, anak sudah makan makanan keluarga.
Dengan angka ini, kamu punya pegangan yang jelas untuk mengecek porsi anak pada tiap tahap usia.
Isi piring dan suasana makan lebih menentukan daripada label
Jadi, bahan makanan boleh lokal, dan kamu boleh mengikuti buku mana pun. Yang membuat hasilnya berbeda bukan label metodenya. Yang berpengaruh adalah apakah piring anak hari itu isinya lengkap.
Ada satu hal lagi yang bukan soal metode, tapi soal suasana. Coba tanyakan pada dirimu, apakah jam makan di rumah berubah menjadi ajang perang atau tidak? Menurutku hal ini layak kamu perhatikan juga.
Dengan begitu, kamu bisa menilai menu hari ini lewat isi piringnya, bukan lewat nama metode yang dipakai.
Pilih satu metode yang sanggup kamu jalani setiap hari
Moms, kamu tidak perlu mengganti metode setiap minggu. Pilih satu yang paling mungkin kamu jalankan setiap hari, lalu konsisten saja menjalaninya.
Anakmu tidak peduli menunya berlabel apa. Yang dia rasakan hanyalah cukup atau tidak, dan apakah ibunya tenang atau tidak. Karena itu, ketenanganmu di meja makan ikut berarti.
Tulisan ini hanya edukasi berdasarkan pengalamanku dan isi buku yang kusebut, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau kamu punya kekhawatiran soal makan atau kondisi anak, tanyakan langsung ke dokter.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah aku harus memilih satu metode MPASI yang paling benar?
Buku Kemenkes RI 2023 yang kubaca menyebut yang perlu dipertimbangkan adalah usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan, tanpa nama metode. Jadi pilih satu yang paling mungkin kamu jalankan setiap hari, lalu konsisten.
Apa saja yang wajib ada di menu MPASI?
Ada empat hal: protein hewani, karbohidrat dan lemak, tekstur yang naik bertahap sesuai usia, dan variasi bahan. Protein hewani penting karena zat besi paling mudah diserap dari sumber heme seperti daging, unggas, dan ikan.
Berapa kali anak makan di usia 6 sampai 8 bulan?
Patokan Kemenkes RI 2023 adalah 2 sampai 3 kali makan utama plus 1 sampai 2 kali selingan. Porsinya mulai dari 2 sampai 3 sendok makan, lalu naik bertahap sampai setengah mangkuk atau 125 ml.
Sumber
- •Buku Resep Makanan Lokal, Kemenkes RI, 2023
Versi asli tulisan ini ada di Threads
Mau baca versi utas aslinya yang lebih singkat? Kamu bisa membukanya di Threads MomsyCorner
Cek utas aslinya di ThreadsDi Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.
Panduan terkait
Tabel porsi dan frekuensi MPASI per usia (6-24 bulan)Kalau mau lebih lengkap
Rangkuman Lengkap: Panduan Praktis MPASI
Panduan praktis, resep pangan lokal, mitos vs fakta, sampai tips GTM
Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.