Poin penting
- 1.Dengarkan dan hargai maksud baik nenek sebelum menjelaskan apa pun.
- 2.Bawa rujukan ahli seperti buku KIA, video dokter anak, serta anjuran IDAI dan WHO.
- 3.Samakan suara dengan suami, tetap tenang di depan anak, dan beri nenek peran di luar urusan menu.
Kenapa urusan MPASI sering bikin gesekan dengan nenek
Moms, pernah merasa gemas waktu nenek mulai ikut mengatur MPASI si kecil? Aku paham rasanya. Cara mengasuh zaman dulu dan zaman sekarang memang berbeda jauh, jadi wajar kalau pendapat sering tidak sejalan.
Dari situ aku merangkum tujuh langkah yang menurutku cerdas untuk dijalani. Intinya adalah tetap sopan tetapi tegas. Tujuannya supaya urusan menu tidak berubah jadi perang dingin di rumah.
Langkah-langkah ini aku urutkan dari yang paling awal dilakukan. Kamu bisa mencobanya satu per satu sesuai kondisi keluargamu.
Dengarkan nenek dulu, lalu bawa rujukan dari ahlinya
Langkah pertama adalah mendengarkan dengan sabar. Sebelum menjelaskan apa pun, akui dulu bahwa nenek punya maksud baik. Jangan langsung membantah, karena bantahan di awal mudah memicu konflik. Dengan didengarkan, nenek merasa dihargai.
Langkah kedua, bawa bukti dari ahlinya. Kamu bisa menunjukkan buku KIA atau video edukasi dari dokter anak. Menurutku nenek lebih mudah luluh ketika mendengar penjelasan dari pakar.
Dua langkah ini bekerja beriringan. Mendengarkan membuat nenek terbuka, lalu rujukan dari ahli memberi dasar yang jelas. Kamu tidak perlu menang debat, cukup menunjukkan sumber yang bisa dipercaya.
Menyampaikan ilmu MPASI terbaru tanpa terdengar menggurui
Langkah ketiga adalah berkomunikasi dengan asertif tetapi tetap santun. Sampaikan ilmu MPASI terbaru yang mengacu pada IDAI dan WHO. Jaga nada bicaramu supaya tidak terdengar menggurui.
Kamu juga bisa mengajak nenek ikut ke dokter atau posyandu. Dengan begitu nenek bisa menyimak sendiri penjelasannya. Pendekatan ini terasa lebih ramah dibanding berdebat di rumah.
Intinya, isi pesannya tegas tetapi cara menyampaikannya lembut. Kamu tidak sedang melawan nenek, kamu sedang menjelaskan ilmu terbaru dengan sopan. Hubungan tetap terjaga dan pesan tetap sampai.
Samakan suara dengan suami sebelum bicara ke nenek
Langkah keempat dilakukan sebelum kamu bicara dengan nenek, yaitu berdiskusi dengan pasangan. Samakan suara dengan suami lebih dulu soal MPASI. Kalau sudah kompak, pesan disampaikan lewat satu pintu, yaitu anak kandung nenek sendiri.
Langkah kelima, suami berperan sebagai tameng. Mintalah dia berbicara dengan lembut kepada nenek. Ketika suami dan istri satu suara, pesan soal MPASI jadi jelas bagi semua orang.
Aku menaruh langkah ini di tengah karena perannya penting. Kalau suami dan istri belum sepakat, nenek bisa mendengar pesan yang berbeda dari tiap orang. Maka rapikan dulu pesan di dalam rumah tangga sendiri.
Tetap tenang di depan anak dan beri nenek peran di luar menu
Langkah keenam, hadapi semuanya dengan tenang. Jangan emosi atau berdebat di depan anak. Jaga kedamaian di rumah demi kenyamanan si kecil saat makan.
Langkah ketujuh, libatkan nenek dalam hal yang bukan soal makanan. Kamu bisa meminta bantuannya memilih alat makan atau menemani anak bermain. Dengan begitu nenek tetap dihargai, sementara urusan menu tidak diintervensi.
Dua langkah terakhir ini menjaga hubungan tetap hangat. Anak tetap mendapat nutrisi yang tepat, nenek tetap punya tempat di keseharian cucunya. Semua pihak merasa dihargai.
Ringkasan singkat dan catatan penutup
Jadi, hadapi campur tangan nenek dengan kepala dingin: sopan, tegas, dan kompak bersama suami. Dengan begitu anak tetap mendapat nutrisi yang tepat dan hubungan keluarga tetap adem.
Kalau kamu berada di posisi yang sama, coba pilih satu langkah yang paling mudah dulu. Tidak harus semuanya dijalankan dalam sehari. Pelan-pelan saja, yang penting arahnya sama.
Tulisan ini hanya edukasi dan berbagi pengalaman, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau kamu punya pertanyaan tentang kondisi anak, konsultasikan langsung dengan dokter anak.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara menanggapi nenek yang tidak setuju dengan MPASI pilihanku?
Dengarkan dulu dengan sabar dan akui maksud baiknya. Setelah itu, tunjukkan buku KIA atau video edukasi dari dokter anak, karena nenek biasanya lebih luluh pada penjelasan pakar.
Perlukah suami ikut bicara kepada nenek soal MPASI?
Perlu. Samakan suara dengan suami lebih dulu, lalu minta dia berbicara dengan lembut kepada nenek sebagai anak kandungnya. Jalur satu pintu ini membuat pesan lebih kompak.
Apa yang bisa dilakukan nenek kalau tidak ikut mengatur menu?
Libatkan nenek dalam hal di luar makanan, misalnya memilih alat makan atau menemani anak bermain. Nenek tetap dihargai tanpa ikut menentukan menu.
Sumber
- •IDAI (disebut di utas sebagai rujukan ilmu MPASI terbaru)
- •WHO (disebut di utas sebagai rujukan ilmu MPASI terbaru)
- •Buku KIA dan video edukasi dokter anak (disebut di utas sebagai bukti dari ahli)
Versi asli tulisan ini ada di Threads
Mau baca versi ringkas dari tujuh langkah ini? Buka utas aslinya di Threads MomsyCorner
Cek utas aslinya di ThreadsDi Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.
Kalau mau lebih lengkap
AI Tanya Jawab MPASI (Sumber Kredibel)
Tanya jawab MPASI bersama Momsy-Ami
Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.