Lewati ke konten utama
Pola Asuh

Capek Jaga Anak 0-2 Tahun Itu Nyata, Meski Tak Terlihat

18 Oktober 20262 menit baca

Poin penting

  • 1.Capek mengasuh anak itu nyata, meski sebagian besarnya tidak terlihat orang lain.
  • 2.Capek yang tersembunyi, seperti memantau jam makan dan jam tidur, sering paling menguras tenaga.
  • 3.Yang menolong adalah pengakuan, bukan disuruh bersyukur atau dibandingkan dengan orang lain.
  • 4.Tiga langkah kecil: minta bantuan lebih awal, tidur bersama anak, dan punya satu hal sehari untuk diri sendiri.

Di rumah saja, tapi kenapa badan dan kepala terasa habis?

Moms, ada satu hal yang akhirnya aku pahami. Seharian aku hanya berada di rumah bersama anak, tetapi tenaga dan pikiranku terasa terkuras. Ternyata capek itu nyata, hanya saja bentuknya tidak tampak dari luar.

Dulu aku sering bingung sendiri. Aku mengira ada yang salah denganku karena mudah lelah padahal tidak ke mana-mana. Setelah kupikirkan lagi, jawabannya ada pada jenis capek yang kurasakan.

Dua jenis capek: yang terlihat dan yang tersembunyi

Capek yang terlihat mudah dikenali. Isinya membereskan rumah, memasak, bekerja, dan mencuci. Orang lain bisa melihat hasilnya dan memahami bahwa itu melelahkan.

Capek satunya tidak disadari siapa pun. Isinya memantau jam makan, jam tidur, dan isi kepala anak, sambil mengingat semuanya dan terus siaga. Menurutku bagian inilah yang paling menguras.

Otak seorang ibu hampir tidak pernah benar-benar mati. Bahkan ketika badan sudah duduk, pikiran masih berjaga seperti petugas yang belum selesai shift.

Mengasuh anak 0 sampai 2 tahun adalah jam kerja terpanjang

Dulu aku selalu merasa bersalah setiap kali mengaku capek. Ada anggapan bahwa aku hanya menjaga anak, jadi seharusnya tidak ada alasan untuk lelah. Perasaan itu membuatku memendam sendiri.

Sekarang aku melihatnya dengan cara berbeda. Mengasuh anak usia 0 sampai 2 tahun adalah jam kerja paling panjang, tidak ada jeda dan tidak ada cuti. Jadi wajar kalau tenagamu habis.

Yang menolong adalah diakui, bukan disuruh bersyukur

Capek jenis ini tidak sembuh karena disuruh bersyukur. Dibandingkan dengan orang yang keadaannya lebih sulit pun tidak membuatnya reda. Yang akhirnya kupahami, perasaan ini justru butuh diakui.

Maka izinkan aku bilang pelan-pelan padamu, Moms: capekmu valid. Kamu tidak kurang bersyukur. Kamu hanya kurang istirahat.

Tiga langkah kecil yang tidak merepotkan

Aku tidak mau memberimu daftar yang rumit. Ada tiga hal sederhana yang membantuku. Pertama, minta bantuan sebelum tenagamu benar-benar habis. Kedua, ikut tidur bersama anak kalau ada kesempatan. Ketiga, sisihkan satu hal setiap hari yang hanya untuk dirimu sendiri.

Kamu tidak harus selalu mengalah supaya dianggap sudah cukup baik sebagai ibu. Ibu yang masih punya sisa tenaga justru bisa mendampingi anak dalam waktu yang lebih lama.

Kalau hari ini terasa berat, tidak apa-apa. Besok boleh dicoba lagi dengan langkah pelan. Untuk kamu yang sedang di fase ini, kamu tidak sendirian.

Satu ajakan kecil sebelum kamu menutup halaman ini

Simpan tulisan ini, lalu bagikan ke satu ibu yang perlu mendengarnya hari ini. Kamu tidak perlu sempurna untuk melakukannya. Cukup hadir.

Sebagai catatan penutup, tulisan ini hanya edukasi dan berbagi pengalaman, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada kekhawatiran soal kondisimu atau kondisi anak, tanyakan langsung ke dokter.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah wajar merasa sangat capek padahal hanya di rumah bersama anak?

Sangat wajar, Moms. Selain pekerjaan rumah yang terlihat, ada capek tak terlihat dari memantau jam makan, jam tidur, dan isi kepala anak sambil terus siaga. Mengasuh anak usia 0 sampai 2 tahun itu jam kerja yang panjang, tanpa jeda dan cuti.

Apakah capek ini tanda aku kurang bersyukur?

Bukan. Capek jenis ini tidak sembuh dengan disuruh bersyukur atau dibandingkan dengan yang lebih susah. Kamu tidak kurang bersyukur, kamu hanya kurang istirahat.

Apa yang bisa kulakukan supaya tenagaku tidak habis?

Ada tiga hal kecil yang membantuku. Minta bantuan sebelum tenaga benar-benar habis, tidur bersama anak kalau sempat, dan punya satu hal setiap hari yang hanya untuk dirimu sendiri.

Sumber

  • •Rangkuman pengalaman dan penjelasan umum, tanpa rujukan spesifik di utas aslinya.

Versi asli tulisan ini ada di Threads

Kalau kamu ingin membaca versi aslinya yang lebih singkat dan personal, buka utas lengkapnya di Threads MomsyCorner lewat tautan berikut: Siapa tahu ada ibu lain yang perlu membacanya hari ini.

Cek utas aslinya di Threads

Di Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.

Kalau mau lebih lengkap

AI Tanya Jawab MPASI (Sumber Kredibel)

Tanya jawab MPASI bersama Momsy-Ami

Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.

Artikel lain di topik yang sama