Poin penting
- 1.Bahasa reseptif (memahami) dan bahasa ekspresif (berbicara) adalah dua kemampuan yang berjalan terpisah.
- 2.Bahasa reseptif biasanya berjalan lebih dulu daripada bahasa ekspresif.
- 3.Berhenti saat dibilang jangan, mencari barang yang ditanya, dan menoleh saat dipanggil adalah tanda anak paham.
- 4.Yang lebih perlu dipantau adalah apakah anak nyambung saat diajak bicara, bukan sekadar sudah bicara atau belum.
Kenapa aku dulu menyamakan belum bicara dengan belum paham
Moms, ada satu hal yang baru benar-benar kupahami belakangan ini. Selama ini aku menganggap anak yang belum bicara sama artinya dengan anak yang belum paham. Ternyata keduanya berjalan di jalur yang berbeda.
Dulu aku mencampur dua hal itu jadi satu pengertian. Begitu melihat anak belum mengucapkan apa pun, pikiranku langsung menyimpulkan bahwa dia belum mengerti. Setelah keduanya kupisahkan, cara aku memandang anak ikut berubah.
Perbedaan sederhana ini mengubah apa yang kuperhatikan sehari-hari. Aku berhenti bertanya hanya soal kata apa yang sudah keluar, dan mulai bertanya apakah anak mengerti saat diajak bicara.
Bahasa reseptif dan bahasa ekspresif, dua kemampuan yang terpisah
Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami apa yang didengar. Bahasa ekspresif adalah kemampuan berbicara. Yang pertama soal menerima, yang kedua soal menyampaikan.
Dua kemampuan ini tidak berjalan serempak. Biasanya bahasa reseptif melaju lebih dulu. Jadi sangat mungkin seorang anak sudah mengerti banyak hal, padahal mulutnya belum mengeluarkan satu kata pun.
Inilah bagian yang dulu luput dari perhatianku. Aku hanya melihat satu sisi, yaitu kata yang keluar dari mulutnya, lalu mengabaikan sisi yang justru berjalan lebih awal.
Tiga tanda anak sudah paham walau belum menyebut kata
Coba bayangkan anak yang belum menyebut satu kata pun. Saat kamu bilang jangan, dia berhenti dari apa yang sedang dilakukannya. Tidak ada kata yang keluar, tetapi responsnya jelas terlihat, dan itu menandakan dia paham.
Tanda berikutnya, dia bisa mencari barang yang kamu tanyakan. Tanda ketiga, dia menoleh ketika namanya dipanggil. Ketiganya adalah bukti pemahaman, meski belum ada kata yang terdengar.
Kalau selama ini kamu hanya menunggu kata pertama, mungkin saatnya melihat respons-respons kecil seperti ini. Di situlah pemahaman anak tampak.
CDC memisahkan milestone memahami dari milestone bicara
Pembedaan ini bukan sekadar pendapat pribadiku. CDC sendiri memisahkan milestone memahami dari milestone berbicara. Milestone memahami mencakup mengerti kata jangan dan mencari gambar yang ditanyakan.
Sementara itu, mulai mengucapkan mama dan papa dicatat sebagai milestone yang terpisah. Jadi dua kemampuan ini memang diperlakukan sebagai hal yang berbeda, bukan satu paket.
Dengan begitu, anak yang belum mengucapkan mama dan papa tidak otomatis dianggap belum memahami apa pun. Kedua jenis tanda ini perlu dilihat satu per satu. Memisahkannya membantu kamu membaca perkembangan anak dengan lebih jernih.
Anak yang diam tapi nyambung sedang membangun fondasi
Anak yang tampak diam tetapi responsnya nyambung sebenarnya sedang membangun fondasi. Prosesnya tetap berjalan, hanya saja belum terdengar dari mulutnya. Diam bukan berarti tidak ada yang terjadi di dalam.
Karena itu, yang lebih perlu dipantau bukan apakah dia sudah bicara atau belum. Perhatikan apa yang terjadi saat kamu mengajaknya bicara, apakah dia nyambung atau tidak. Respons yang nyambung itulah petunjuk yang lebih berarti.
Jadi, saat anakmu belum banyak bersuara, coba lihat dulu apakah dia menoleh, berhenti, atau mencari barang yang kamu sebut. Pengamatan itu memberi gambaran yang lebih utuh daripada sekadar menghitung kata.
Catatan penting sebelum kamu menyimpulkan sesuatu
Aku sendiri masih belajar, dan pemahaman ini baru kudapat setelah sempat keliru. Semoga tulisan ini membantu kamu memandang anak dengan cara yang lebih tepat.
Tulisan ini adalah edukasi dari pengalaman dan penjelasan umum, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau kamu punya kekhawatiran tentang perkembangan anakmu, bicarakan langsung dengan dokter.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau anak belum bicara, apakah berarti dia belum paham?
Belum tentu. Kemampuan memahami (bahasa reseptif) biasanya berjalan lebih dulu daripada kemampuan berbicara (bahasa ekspresif). Anak bisa saja sudah mengerti walau belum mengucapkan kata.
Apa tanda anak sudah paham meski belum menyebut kata?
Dia bisa berhenti saat dibilang jangan, mencari barang yang ditanyakan, dan menoleh ketika namanya dipanggil. Semua itu menandakan dia paham.
Apa yang sebaiknya dipantau dari anak yang belum bicara?
Yang lebih perlu dipantau adalah apakah dia nyambung saat diajak bicara, bukan sekadar sudah bicara atau belum. Anak yang diam tetapi responsnya nyambung sedang membangun fondasi.
Sumber
- •CDC, yang disebut di utas asli karena memisahkan milestone memahami (mengerti kata jangan, mencari gambar yang ditanya) dari milestone mulai mengucapkan mama dan papa.
Versi asli tulisan ini ada di Threads
Mau versi singkat dan lebih santai dari cerita ini?
Cek utas aslinya di ThreadsDi Threads kamu bisa ikut diskusi di kolom komentar. Artikel di halaman ini adalah versi tulis ulang yang lebih panjang, bukan salinan utas.
Panduan terkait
Tabel milestone bicara bayi per usia (6-24 bulan, acuan CDC)Kalau mau lebih lengkap
Panduan Tumbuh Kembang 0-24 Bulan
Memahami milestone, variasi perkembangan, dan red flags
Artikel ini untuk belajar dan menemani, bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kalau ada yang membuatmu khawatir, bawa catatannya ke dokter anak, bidan, atau posyandu.